Pemilihan Elektroda


Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan elektroda bersalut adalah:

1. Jenis Bahan Dasar.

Sifat dari bahan dasar yang akan dilas, sangat penting dalam memilih elektroda yang di pakai. Las yang tepat tidak dapat dibuat, jika endapan logam (jalur) las tidak memiliki fisik dan mutu kimia yang sama dengan bahan dasar yang akan dilas. Sebagai contoh, apabila baja mengandung sulfur yang tinggi atau karbon atau paduan lainnya,  maka sebaiknya memilih elektroda E.7015, E.7016, E.7018 atau E.7028, karena dapat mengurangi kecenderungan peretakan dibagian dalam jalur las.

2. Ketebalan dan Bentuk Bahan Yang Dilas.

Apakah bahan yang berukuran atau berukuran tipis juga untuk menentukan ukuran elektroda. Biasanya, jarang menggunakan elektroda yang memiliki diameter lebih besar dibandingkan ketebalan bahan yang akan dilas.
Untuk pekerjaan pelat tipis (3/32” = 2,38 mm atau lebih tipis) biasanya dipilih E.6013, meskipun E.6012 dapat digunakan Elektroda E.6013 dirancang untuk jenis pekerjaan ini, dan dia memiliki penembusan paling sedikit disbanding setiap elektroda dalam seri E.60XX.

3. Bentuk Sambungan dan Kampuh.

Ada berbagai jenis sambungan las, dan setiap bentuk memiliki persyaratan khusus dalam pengelasan.
Pengelasan sambungan sudut memiliki banyak sekali perbedaan disbanding pengelasan sambungan tumpul. Sambungan tumpul dapat berbentuk siku atau beralur dalam (V, X, U, dan lainnya). Penempatan dapat dengan celah (gap) besar, atau mungkin sangat dekat (tanpa celah).
Dalam hal ini dimana celah kurang baik yang tidak dapat dielakkan, hendaklah memilih elektroda E.6012 dengan arus DC, dan E.6013 dengan arus AC. Kedua jenis elektroda ini memiliki kemampuan menutupi celah sangat baik, disebabkan oleh pemindahan tetesan logam melalui pancaran busur.

4. Posisi pengelasan.

Posisi pengelasan adalah termasuk hal yang sangat penting menjadi pertimbangan dalam suatu elektroda. Jenis elektroda tertentu hanya dapat dipergunakan pada posisi dibawah tangan, sedangakan yang lainnya mampu secara baik pada semua posisi. Jenis posisi juga memiliki pengaruh pada biaya, artinya pengelasan paling ekonomis adalah pada posisi dibawah tangan, kemudian mendatar, selanjutnya posisi tegak dan diatas kepala.

Ukuran elektroda yang akan dipergunakan sangat dipengaruhi oleh posisi pengelasan. Kampuh tumpul- Vee pada posisi tegak dan diatas kepala biasanya dilas dengan elektroda diameter kecil agar diperoleh penembusan sempurna pada akar-las. Jalur berikut pada las bertumpuk dapat dibuat dengan elektroda lebih besar.
Pengelasan pada posisi tegak dan diatas kepala jarang dicoba dengan elektroda berdiameter lebih dari 3/16” (4,76mm).

Dalam memproduksi suatu pekerjaan, selama dapat ditangani, gunakan elektroda yang lebih besar, ini akan memberikan arus pengelasan lebih tinggi, sekaligus meningkatkan kecepatan pengelasan, yang juga memperbesar jumlah endapan (jalur) las pada waktu pengelasan.
Pada pengelasan yang harus dilakukan pada posisi diatas kepala, tegak, atau mendatar, elektroda klasifikasi E.XX20, E.XX24, E.XX27 dan E.XX28, tidak dapat digunakan. E.XX15, E.XX16, dan E.XX18,  yang dilaskan untuk semua posisi, adalah lebih sulit ditangani pada posisi tegak dan diatas kepala.
Umumnya, juru las akan mencari elektroda klasifikasi E. XX12,  E.XX13,  E.XX20,  E.XX24,  E.XX27, dan E.XX28,  yang  paling mudah ditangani pada posisi dibawah tangan dan mendatar. Pengelasan tegak dan diatas kepala, paling mudah dengan E. XX10  dan  E. XX11, Kecuali pada las tegak turun yang paling mudah adalah E.XX12 dan E.XX13.

5. Spesifikasi Teknik.

Semua tanda persyaratan dan spesifikasi teknik harus diperhatikan secara baik-baik didalam menentukan elektroda yang benar untuk digunakan. Jenis dari elektroda yang digunakan ditetapkan pada kode persyaratan.

6. Kondisi Pekerjaan.

Yang menjadi perhatian disini ialah, apakah bahan bersih, berkarat, bercat, atau berminyak ? atau bagaimana jenis dari perlakuan permukaan dipersyaratkan  untuk finishing pekerjaan . Apakah seluruh pekerjaan  akan bebas tegangan  atau perlakuan panas. Untuk  itu semua sangat  diperlukan mempelajari spesifikasi elektroda dari pabrik  pembuat.

7. Karakteristik  kerja elektroda

Keadaan bahan  yang digunakan  di dalam  salutan biasanya tidak saja  menetukan fisik  dan kandungan kimia  logam las, tetapi juga mempengaruhi  karakteristik-kerja  elektroda itu.  Elektroda berbeda memerlukan teknik pengelasan  yang berbeda. Karena itu, pemilihan elektroda  disesuaikan dengan karakteristik-kerja   dan persyaratan sambungan  yang akan dilas, seperti :

a. Fast-fil ; dimana logam  laas mengendap  secaraq cepat. Kelompok ini meliputi  elektroda tepung – besi, bersalut tebal yang secara luas  digunakan untuk las- sudut dan las –alur  yang didalam. Umumnya dirancang untuk pengelasan cepat dibawah –tangan.

b. Fast-fellow; yang juga disebut fill freeze, memiliki karakteristik kombinasi sebagian  atau  fill freeze dan persyaratan Fast-fil disebut Fast-fellow karena kawah mengikuti buswur secepat mungkin Ini diperlukan dalam pembuatan  las tumpang atau las pelat tipis. Suatu cara sangat  ekonomis  untuk membuat sanbungan  bergerak cepat.

c. Fast-Freeze; memiliki kemampuan  membeku dan memadat  endapan logam gas  sangat cepat. Ini sangqat penting terutama  mengelas pada posisi  tegak dandi atas-kepalas,  dan dimana terak atau logam las cenderung  tumpah keluar  dari sambungan.

8. Kondisi Pemakaian .

Persyaratan pemakaian  dari hasil  pengelasan adalah  sangat penting . Harus  dipertimbangkan  jenis konstruksi  dan tegangan  yang akan terjadi pada  pemakaian. Kekuatan tarik, keuletan dan daya  tahan lelah adalah  karakteristik las  yang penting dalam  memmbantu menentukan  pemilihan  elektroda.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pemilihan Elektroda"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel