ELEKTRODA TUNGSTEN


Elektroda GTAW merupakan penghubung terakhir antara sumber tenaga listrik dan benda kerja melalui proses busur listrik. Elektroda ini diklasifikasikan tidak terumpan. Penggunaan elektroda untuk pengelasan GTAW berbeda dengan pengelasan SMAW maupun MIG. Pengelasan ini mampu membangkitkan temperatur tinggi (30000 F atau 16648,9 C) Pemilihan elektroda tungsten untuk pengelasan GTAW didasarkan karakteristiknya, titik cair tungsten adalah 6000 F atau 3370 C  dan titik leburnya 11000 F atau 6135 C.

General use
Composition %
DIN
Colour
AC
Tungsten, pure
W
Green
AC &DC
Tungsten + 1 thorium
WT 10
Yellow
DC
Tungsten + 2 thorium
WT 20
Red
DC
Tungsten + 3 thorium
WT 30
Lilac
DC
Tungsten + 4 thorium
WT 40
Orange
AC
Tungsten + 0,8 zirconium
W 28
White
DC
Tungsten + 1,0 lanthanum
WL 10
Black
DC
Tungsten + 1,0 cerium
WC 10
Pink
DC
Tungsten + 2,0 cerium
WC 20
Grey

Penggunaan pengelasan GTAW dengan tungsten murni harganya murah dan memberikan busur yang stabil dengan gas pelindung argon maupun helium. Begitu pun pada arus bolak-balik efek reftifier tidak ada. Tungsten murni dapat digunakan pengelasan pada DCRP. Akan tetapi tungsten murni juga mempunyai kelemahan berupa daya nyala rendah, kurang awet dan muatan arus rendah. Tungsten paduan memiliki keuntungan lebih awet, muatan arus tinggi dan daya nyala lebih baik, sementara kelemahannya adalah lebih mahal, dengan arus bolak-balik ada rectifier dan stabilitas busur rendah. Gambar diatas menunjukan kode warna tungsten murni dan paduan.

Thoriated tungsten

Thoriated tungsten merupakan elektroda yang sangat umum digunakan di amerika dan negara lainnya. Untuk paduan thorium 2% diberi kode warna merah. Kelebihannya adalah memberi keuntungan pada saat mulainya penyalaan busur dan menghasilkan kapasitas arus listrik yang kuat, bila dibandingkan dengan tungsten murni. Thorium akan menambah emisi electron pada electroda, dapat digunakan pada ukuran diameter elektroda yang kecil. Dapat digunakan untuk pengelasan arus DC pada material baja karbon, Stainless Steels, paduan nikel dan titanium.
Berikut ini adalah gambar Thoriated tungsten.

Tungsten + 0,8 zirconium

Paduan zirconium dengan tungsten, biasanya digunakan pada pengelasan AC. Memiliki busur yang lebih stabil dibandingkan tungsten murni dan memberikan tahanan yang tinggi bila terjadi kontaminasi dalam pengelasan dengan menggunakan AC, paduan ini juga memberikan awal penyalaan busur yang baik. 
Digunakan untuk pengelasan alumunium dan paduan magnesium.
Gambar berikut merupakan zirconium dengan tungsten.

Lanthanated tungsten

Lanthanated tungsten bersifat non-radioactive, mempunyai konduktivitas yang sama dengan 2% thoriated tungsten, sehingga weder dapat mengganti 2% thoriated tungsten dengan lanthanated tungsten tanpa mengubah parameter lasnya.  Sehingga di Eropa dan Jepang elektroda ini sangat popular sebagai pengganti 2% thoriated tungsten. Lanthanated tungsten baik untuk pengelasan DC tetapi dapat juga digunakan untuk pengelasan AC.

Ceriated tungsten

Ceriated tungsten mempunyai karakteristik bahan non-radioaktif. Digunakan untuk pengelasan DC dengan arus rendah, sangat mudah dinyalakan. Biasanya membutuhkan arus 10% dari arus yang biasa digunakan untuk thoriated tungsten. 
Biasa digunakan untukpengelasan pipa, komponen yang kecil dan siklus pengelasan yang pendek.
Ceriated 2% tungsten ditunjukkan dalam gambar berikut.

Berikut ini adalah Tabel penggunaan Elektroda Tungsten untuk mengelas baja Karbon
Electroda
diameter
(in)
Tebal pelat
yang dilas
(mm)

DCSP
(amp)
Diameter
filler (mm)
Kecepatan
pengelasan
(iPm)
Aliran gas argon (Cfh)
0,25
0,25 - 0,30
15
0,5
12 - 18
8 – 10
0,50
0,31 - 0,50
5 - 20
0,5
12 - 18
8 – 10
1
0,50 - 0,8
15 - 80
1
12 - 18
8 – 10
1,60
0,90 - 1,5
100 - 140
1,6
12- 18
8-10
2,40
1,6 - 3,20
140 -170
2,4
12 - 18
8 – 10
3,2
3,2
150 - 200
3,2
10 - 12
8 – 10



Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "ELEKTRODA TUNGSTEN"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel